Jangan Cuma Lihat Mati dan Hidup Kembali Azlina

2 02 2010

Cerita mati surinya warga Desa Pematang Duku, Kecamatan Bengkalis benar-benar menjadi pembicaraan hangat, bahkan berita ini sampai ke Pakning dan kecamatan lainnya. Berbagai versi kematian pegawai honor Disperindag Pemkab Bengkalis inipun muncul. Bahkan masyarakatpun berbondong-bondong mendatangai kediamannya. Tak hanya warga, pejabatpun tak luput ingin tahu cerita pasti.

Sri Junjungan Televisi (SJTV) milik Pemkab Bengkalis menayangkan siaran langsung wawancara dengan Iin, ada keanehan yang terjadi. Saat itulah kepercayaan Riau Pos dan rekan-rekan media lainnya timbul akan kebenarannya cerita mati suri ini.

Keanehan yang dimaksud adalah, ketika siaran langsung yang juga disaksikan oleh masyarakat lewat layar monitor yang dipasang SJTV itu usai. Para kru kemudian mematikan semua LCD yang ada. Namun anehnya LCD tersebut tak mau mati, justru muncul di layar monitor sesosok tubuh berpostur besar seperti laki-laki. Kendati gambar yang muncul sedikit samar, namun jelas terlihat sosok itu berambut panjang dan bertanduk. Namun wajahnya tak kelihatan. Para wartawan yang hadir di ruang itu pada ketakutan. Namun sempat mengambil foto sosok itu. Kru SJTV ada yang menggigil dan menangis.

Foto itu diperlihatkan kepada Iin, yang waktu itu masih berada di areal SJTV. Ia mengatakan jika sosok itu adalah jin dan ia meminta agar foto yang diambil tersebut untuk dihapus saja. Namun Riau Pos yang turut sempat mengabadikan gambar itu, ketika satu jam berikutnya hendak melihat lagi, ternyata foto itu terhapus sendiri.

Meninggal 2 Jam

Azlina adalah seorang anak yatim dari keluarga kurang mampu. 3 tahun belakangan ia menderit penyakit kelenjar hiperteroid (gondok). Kendati penyakit yang dideritanya sudah akut, Azlina hanya bisa pasrah, karena ketidakadaaan biaya berobat. Namun pada Kamis, 24 Agusutus 2006 lalu, atas kesepakatan sanak keluarga, Azlina dibawa berobat ke Mahkota Medical Centre (MMC) Melaka.

Esoknya, dokter MMC memeriksa Azlina. Satu-satunya jalan untuk penyembuhan adalah dengan jalan operasi. Namun dokter mengatakan pula jika operasi baru dilakukan 3 bulan mendatang, mengingat tekanan darahnya cukup tinggi.

Usai diperiksa, rupanya kondisi Azlina makin menurun. Sektar pukul 02.00 waktu setempat, alat detak jantung yang ada di layar monitor sudah menunjukkan garis lurus, yang berarti jantungnya sudah tak berdetak lagi. Paman Azlina, Rustam Effendi yang turut mendampinginya sudah pasrah, jika ponakan sudah meninggal. Namun saat ia menanyakan pada dokter apakah Azlina benar-benar sudah meninggal, dokter hanya diam. Namun terus saja melakukan berbagai upaya termasuk memasang alat pacu jantung.

Kendati sudah tak bernafas, dokter tetap belum mau memberikan pernyataan Azlina meninggal. Dan selama 2 jam terus-menerus melakukan pacu jantung. Ajaib, tiba-tiba jantung Azlina berdetak, kendati lemah. Dokterpun buru-buru membawanya ke ruang ICCU. Selama 2 hari ia di ruang ICCU dalam keadaan koma.

Setelah mendapat perawatan yang intensif, kondisi Azlina berangsur-angsur pulih. Dan karena belum bisa dioperasi, keluarganya pun membawanya pulang ke Bengkalis.

Jumpa Alam Barzah

Riau Pos memang tak tahu persis, apakah kondisi seperti itu bisa dikatakan dengan mati suri. Namun ada cerita di balik tak bernafasnya Azlina selama 2 jam dan koma selama dua hari itu. Jika disimak benar-benar cerita yang terkesan memang tidak dikarang-karang oleh Azlina itu, setidaknya menyadarkan kita akan alam lain yang bakal kita jalani kelak.

Menurut Azlina, ia sangat merasakan saat nyawanya dicabut dari kaki kanan, sakitnya seperti badan dikuliti. Ketika arwahnya sudah berada di alam lain, ia melihat jasadnya dan pamannya serta dokter di ruang Rumah Sakit. Tak lama setelah itu ia kemudian dibawa oleh dua malaikat. Kepada malaikat, Azlina minta ingin bertemu dengan ayahnya.

Atas permintaan Azlina itu, ia kemudian dipertemukan dengan seorang laki-laki muda berparas ganteng seusia 17 tahun. Kepadanya dikatakan kalau pria itu adalah ayahnya. ‘’Saya tak percaya karena waktu meninggal ayah saya berumur 54 tahun, tapi melaikat mengatakan jika itu adalah ayah saya,’’ cerita Azlina.

Pada pertemuan di alam gaib itu, ayahnya menyuruh Azlina untuk kembali lagi ke dunia, karena belum waktunya Azlina berada di alam barzah. Setelah bertemu ayahnya, cerita Azlina lagi, ia dibawa ke suatu tempat yang di situ ditemuinya wanita-wanit berjilbab dan jumpa seribu malaikat. Di tempat itu, ia didudukkan pada sebuah kursi yang sangat empuk yang kata Azlina keempukan kursi itu sebanding dengan 8 busa yang ada di dunia.

Saat duduk di kursi empuk itu, di sebelahnya ada seorang wanita yang wajahnya mirip wajah Azlina. ‘’Waktu saya tanya siapa dia, wanita itu mengatakan jika ia adalah amal jariyah saya. Bersama wanita dan 2 malaikat, saya terus dibawa melihat-melihat, dan kali ini saya dibawa ke suatu tempat penyiksaan. Di tempat itu, ada 10 orang laki-laki yang disiksa. Ada yang memakai pakaian compang-camping , badannya bernanah dan bau busuk, ada yang memikul besi seberat 100 ton dengan terbungkuk-bungkuk. Setelah tanya tanyakan kenapa ia laki-laki, rupanya ia suka membunuh dan dukun santet,’’ cerita Iin.

Terus lanjut Azlina, ada pula ustad yang dihantam dengan benda panas dan lahar panas, rupanya ustad itu sudah berzina dengan isteri orang. Ada pula yang ditusuk dengan pisau hingga tembus sebanyak 80 kali. Orang itu suka membunuh tapi tak pernah merasa bersalah.

‘’Bermacam-macam penyiksaan saya saksikan.Saya kemudian dibawa lagi membawa malam yang sangat gelap. Saking gelapnya saya tak kenal dengan malaikat yang membawa saya dan amal jariyah yang menemani saya. Ketika saya melangkah dua langkah saya dengar orang berzikir. Dan tiba-tiba saja dileher saya sudah tergantung sebentuk rantai yang setelah saya pegang ternyata tasbih sebanyak 99 butir. Ketika saya tanyakan kepada amal jariyah saya, dikatakan jika Allah menyuruh saya berzikir selama dalam perjalanan dengan tasbih itu,’’ tambahnya.

Di tempat gelap itu, kata Azlina ia melangkah lagi, pada langkah ke 7 ia melihat sebuah benda berbentuk tepak sirih yang dari celahnya memantulkan cahaya dan dibelakang benda itu ada tulisan Arab Qusnul Qotimah. Oleh Azlina cahaya itu kemudian diambilnya dan menyapukan ke wajahnya.

‘’Setelah 10 hari perjalanan, saya dengar suara azan yang suaranya sangat beda dengan azan yang biasa saya dengar, lembut sekali. Saya kemudian dibawa ke Masjid Nabawi dan melihat makam Nabi Muhammad. Di makam Nabi itu ada pintu kecil dan saya melihat seseorang memberi makan anak-anak fakir miskin. Tiba-tiba cahaya yang sebelumnya diambil dari benda berbentuk tepak sirih dan disapu ke muka saya, memantul dari tangan saya untuk kemudian menjadi cahaya yang besar,”sebutnya.

Dari cahaya itu lanjutnya, kemudian muncul sesosok manusia berwajah ganteng kulit kuning langsat, ”Matanya sayu pandangannya luas terbentang. Raut mukanya seperti orang Asia, tapi wajahnya tak kelihatan dengan jelas. Setelah saya Tanya sama amal jariyah saya, dijawab jika Qusnul Qotimah menerangi makam Nabi. Saya dikatakan mendapat hidayah dan safaat dari Allah,’’ urai Azlina lagi.

Dari tempat itu, sambung Azlina lagi, ia dibawa lagi ke suatu tempat, dimana ia melihat jutaan manusia menangis disiksa dan minta kiamat dipercepat. Meskipun antara ia berdiri dengan orang-orang yang disiksa itu hanya berjarak 5 meter, namun ia tak dapat menolong. Selama dalam perjalanan itu pula ia dapat menghafal Alquran sebanyak 30 juz dan Katam sebanyak 3 kali, membaca Yassin 1.000 kali dan membaca Shalawat 1.000 kali untuk nabi.

‘’Rasanya perjalanan yang saya lalui dari sepanjang Arab Saudi atau seperti dari Sabang ke Merauke,’’ ujar Azlina yang mengaku ketika ia belum sakit juga pernah melihat cahaya saat melakukan salat tahajud dan cahaya itu juga disapukannya ke mukanya seperti yang dilakukan ketika ia dibawa berjalan.

Banyak Perbedaan

Banyak perbedaan yang terjadi pada diri Azlina alias Iin setelah dan sebelum ia mati suri. Perbedaan tingkah laku itu sangat dirasakan, terutama bagi keluarga terdekat yang tahu persis akan keseharian Iin.

Seperti dikatakan pamannya Rustam Effensi SAg, sebelum ini sosok Iin adalah pribadi yang pendiam dan suka grogi jika berjumpa banyak orang. Soal ibadah, ia juga biasa-biasa saja. Hanya saja ia rajin salat tahajud dan membaca Alquran. Tapi bukan hafal Alquran.

Tapi setelah kejadian ini, seperti juga yang Riau Pos saksikan sendiri, ia bercerita penuh percaya diri. Ceritanya juga tak terkesan dibuat-buat. Bahkan selama beberapa jam siaran langsung di SJTV bicaranya sangat lancar berdakwah. Padahal sebelumnya, ia tak terlalu paham apa-apa yang diuraikannya kemarin itu. Ia berdakwah seperti lazimnya ustadzah.

‘’Selama ini ia bukanlah hafal Alquran. Tapi sekarang ia hafal Alquran. Percaya dirinya juga sangat tinggi, dan tidak malu-malu seperti sebelumnya. Kulitnya juga berbeda dari sebelumnya,’’ ungkap Rustam sembari mengatakan jika sebelumnya kulit Azlina sedikit gelap. Namun yang dilihat sekarang, putih bersih bercahaya.

Terlepas percaya atau tidak akan kejadian seperti yang diceritakan Azlina dan keluarganya itu, namun jika kita berhadapan langsung dengan Azlina, dan mendengar ceritanya, kita pun jadi merinding.

Kalau cerita ini benar, mungkin kita harus pikirkan masak-masak setiap perilaku kita dan berbenah. Jika anda yakin cerita ini karangan, anggap saja ini sebagai renungan tentang siapa kita sebenarnya di dunia ini, dan mengapa kita ada.

Saya juga merasakan sendiri, jika kita berbuat baik, suatu saat kita dapat kebaikan pula, jika kita berbuat jahat atau khilaf, kita juga akan mendapatkan imbalan yang setimpal pula.
Bagaimana dengan anda?

Sumber:www.indonesiaindonesia.com



12 11 2009

download lagunya di 4shared-Brothers ReUnited.

WARNA-WARNA CINTA

Mereka berkata
Hidup perlukan cinta
Agar sejahtera
Aman dan bahagia

Andai tiada
Atau pudar warnanya
Meranalah jiwa
Gelaplah dunia

Warna-warna cinta
Yang terlukis di hatimu
Semat pada senyum dan
Tangismu

Agar mewarnai
Jiwamu yang tulus
Seperti sang pelangi
Selepas gerimis

Mereka berkata
Cinta itu merah
Mengalir bersama
Titisan yang sempurna

Cinta berharga
Bila sudah tiada
Menjadi sejarah
Yang mungkin kan dilupa

Apa warna cinta
Bila hidup sengketa
Kabur warnanya



Ku hadir lagi

30 09 2009

Di bulan syawal ini kita perbaharui ibadah kita semua dari hal-hal yang paling kecil sampai yang pahalanya luar biasa. Jangan sampai kita hanya semangat pada Bulan Ramadhan saja, setelah itu kendor lagi. Pokoksnya tetep deh dalam perdjoeangan ya. Sukses selalu meraih Ridha Allah SWT. Pumpung masih swasana Lebaran nih ye… Taqabalallahu Minna Wa Minkum.

Tetep kunjungi My Blog,sambil ngedengerin lagu nasyidnye.



Kegiatanku

24 08 2009

Ketemu lagi dan selamat berkunjung di blogku. Di tulisan yang ke sekian kalinya aku akan menceritakan sekelumit tentang Penerimaan Tamu Penegak dan PMR Wira yang diadakan di sekolah (madrasah) tercintaku, MAN Kutowinangun. “ORBHALIDO BADUI DEKA MACO” adalah semboyan Pramuka pangkalan kami. Maxud kulo semboyan MAN Kutowinangun. “INTERARMACARITAS” adalah semboyan PMR Wira MA Negeri Winangun City. Read the rest of this entry »



Ngeposting lagi

24 07 2009

Sudah suwe buanget rasanya gak ngeblog. Wahai sobat-sobat muda muslim, ada baiknya berselancar di dunia internet, kita tahu informasi di penjuru dunia. Tapi, ada juga jeleknya kalau untuk hal-hal yang tak ada gunanya. Hanya bwang waktu. Jangan sampai kita ketergantungan amat ama yang namanya ngenet. Ada manfaatnya lagi bila untuk ngeblog, nulis-nulis artikel. Walau hanya sedikit, singkat kaya’ poenyaku ini, tapi nggak terlalu mbulet gitu loh, dan nggak pati ndesooo ya nggak sih. Dan artikelnya juga yang bermanfaat. Tapi, tergantung anda-anda sekalian deh, entar dikira sok ngguruin nih. Piss men. Okey sobat-sobat seakidah gue, antum tahu nggak, Palestine sekarang sedang dalam kesengsaraan yang luar biasa. Walau para mujahid mujahidah di sana adalah orang-orang yang nggak takut mati. Kita yang ada di daerah aman seharusnya bersikap prihatin ya nggak siiih. Oleh karena itu, marilah kita sama-sama memperjuangkan Islam mulai dari diri kita masing-masing. Soalnya rugi buanget deh kalau nggak. Gitu ya Bro? do’ain untuk kita semua umat Islam khususnya generasi muda supaya mau menggali dalam-dalam ilmu Islam maupun pengetahuan umum. Salam dan sapa selalu kunantikan dari friend-friend. Selamat berselancar di dunia maya. Ingat waktu tapi neeh ye.



Kata Bijak

1 07 2009

Kaum tua menyesali kaum muda dan menuduh mereka bekerja terburu-buru serta kurang berfikir. kaum muda menuduh kaum tua lamban bertindak dan lambat berfikir. alangkah sibuknya dunia kalau hanya dipimpin oleh kaum muda dan alangkah lamban gerakannya bila hanya ditangani oleh kaum tua. Gabungan antara gelora semangat pemuda dan renung pikiran serta pengalaman kaum tua inilah yang apat menghasilkan keseimbangan dalam perjalanan hidup ini.



PERKEMAHAN PRAMUKA SANTRI NUSANTARA 2009

28 06 2009

Dinamakan Perkemahan Santri karena memang seluruh peserta perkemahan adalah santri-santri dari ponpes se-Indonesia. Dan kegiatan ini diselenggarakan di bawah naungan Departemen Agama RI. Perkemahan ini akan dilakasanakan 3 tahun sekali, yang dulu sudah pernah dilaksanakan pada tahun 2006.
Saya akan berbagi pengalaman mengenai kegiatan yang sungguh bagi saya adalah event yang jarang sekali ditemui. Ya emang sih kenang-kenangan yang saya berikan kepada temen-temen kurang begitu mengesankan, saya sungguh begitu kecewa.
Perkemahan ini diadakan di BUMI PERKEMAHAN LETJEN (PURN) DR. (HC) H. MASHUDI SUMEDANG-JAWA BARAT, mulai hari Senin-Sabtu, tanggal 15-20 Juni 2009. Maskot Perkemahan tersebut SAKTI (SANTRI AKTIF KREATIF TANGGUH INTELEK).
Dilihat dari kata-katanya, menuntut peserta perkemahan itu supaya menjadi santri yang tidak hanya pinter ngaji kitab kuning thok. Read the rest of this entry »



NasehatUlama

24 06 2009

Hanya dengan hati yang tulus dan cita cita yang murni seorang hamba dapat menaiki tangga pendakian menuju Allah SWT, bukan dengan badan & penampilan. Taqwa yang sejati adalah taqwanya hati, bukan anggota badan.



Pepatah

23 06 2009

Orang yang rakus tidak berjalan, kecuali ditengah - tengah kegelapan hawa nafsu.



Mutiara Hadits

22 06 2009

Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala Indah dan suka kepada keindahan. Allah suka melihat tanda-tanda kenikmatan-Nya (tampak) pada diri hamba-hamba-Nya. Allah membenci kemelaratan dan membenci orang yang berlagak melarat.” (HR.Muslim)